Memahami 4 Core GRPS: Fondasi Layanan Publik Responsif Gender

Gender-Responsive Public Services (GRPS) adalah layanan publik yang dirancang dan dijalankan untuk menjawab dua jenis kebutuhan perempuan dan kelompok termarjinalkan. Pertama, kebutuhan praktis, yaitu kebutuhan sehari-hari yang mendukung kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan hidup. Kedua, kebutuhan strategis, yaitu kebutuhan yang mendorong perubahan jangka panjang dalam posisi, hak, dan kesetaraan mereka di masyarakat. Dengan demikian, GRPS tidak hanya menyediakan layanan yang bermanfaat secara langsung, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan dan penghapusan ketidakadilan gender.

Menurut GRPS Framework 2018 dari ActionAid, GRPS core dijelaskan sebagai empat elemen inti yang menjadi prinsip dasar perumusan dan pelaksanaan layanan publik yang responsif gender. Empat Elemen Inti (GRPS Core) adalah:

 

Core Element 1 – Publicly funded

Layanan publik harus dibiayai oleh anggaran negara untuk menjamin keberlanjutan dan pemerataan akses tanpa ketergantungan pada mekanisme pasar atau pembiayaan swasta. Prinsip ini selaras dengan kerangka 4S (Size, Share, Sensitivity, Scrutiny), yang menuntut agar ukuran anggaran (Size) cukup besar, porsi alokasinya (Share) memprioritaskan layanan publik, penyusunannya responsif gender (Sensitivity), dan penggunaannya diawasi secara transparan dan akuntabel (Scrutiny). Dengan memenuhi keempat aspek ini, pendanaan publik dapat memastikan layanan menjangkau semua kelompok, termasuk yang termarjinalkan, secara adil dan berkelanjutan

 

Core Element 2 – Publicly delivered and universal

Layanan disediakan langsung oleh pemerintah sebagai penyedia utama, dengan orientasi pada kepentingan publik, bukan keuntungan komersial. Layanan ini bersifat universal, artinya tersedia dan dapat diakses oleh semua warga negara tanpa diskriminasi berdasarkan gender, status sosial-ekonomi, lokasi geografis, usia, disabilitas, atau identitas lainnya. Prinsip ini menegaskan bahwa layanan publik adalah hak, bukan barang dagangan, sehingga negara wajib memastikan jangkauan yang merata, kualitas yang setara di semua wilayah, dan mekanisme yang menghapus hambatan akses bagi kelompok termarjinalkan.

 

Core Element 3 – Gender equitable and inclusive

Layanan publik harus dirancang dan dilaksanakan secara adil gender dan inklusif, memastikan bahwa kebutuhan, pengalaman, dan aspirasi perempuan serta kelompok yang terpinggirkan diakui dan dipenuhi. Hal ini mencakup penghapusan hambatan diskriminasi, penyediaan layanan yang relevan bagi semua gender, dan menjamin bahwa setiap orang, tanpa memandang identitas atau statusnya, mendapatkan manfaat yang setara dari layanan publik.

 

Core Element 4 – Quality in line with human rights standards

Layanan publik harus memenuhi standar kualitas yang sesuai dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia. Standar ini mencakup ketersediaan (availability), keterjangkauan dan kemudahan akses (accessibility), kesesuaian dengan nilai dan kebutuhan masyarakat (acceptability), serta kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dan kebutuhan yang beragam (adaptability).

 

:: Kait-kelindan antara Kerangka Anggaran Publik dengan Core Element-1

Dimensi 4S – Kerangka AnggaranMakna SingkatKeterkaitan dengan Core 1
Size (Ukuran anggaran)Besarnya total anggaran publik untuk layanan.Memastikan ukuran anggaran cukup besar untuk membiayai layanan publik secara adil dan berkelanjutan.
Share (Porsi anggaran)Persentase anggaran untuk sektor layanan publik tertentu.Menjamin porsi anggaran memadai bagi layanan publik prioritas, termasuk yang relevan dengan keadilan gender.
Sensitivity (Sensitivitas gender)Respon anggaran terhadap kebutuhan gender dan kelompok rentan.Mengalokasikan dana publik dengan mempertimbangkan kebutuhan berbeda agar semua kelompok terlayani.
Scrutiny (Pengawasan)Transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran.Memastikan dana publik diawasi ketat agar digunakan sesuai tujuan dan bebas penyalahgunaan.

 

:: Kait-kelindan antara Dimensi Layanan Publik dengan Core Element-4

Dimensi 4A – Kualitas Layanan PublikMakna SingkatKeterkaitan dengan Core 4
Availability (Ketersediaan)Layanan tersedia memadai dengan fasilitas dan SDM cukup.Menjamin ketersediaan layanan sesuai standar hak asasi manusia.
Accessibility (Aksesibilitas)Layanan dapat diakses semua orang tanpa diskriminasi.Memastikan layanan mudah diakses, termasuk oleh kelompok rentan.
Acceptability (Penerimaan)Layanan sesuai nilai, budaya, dan kebutuhan masyarakat.Menjamin layanan diterima dan relevan dengan penerima manfaat.
Adaptability (Kemampuan menyesuaikan)Layanan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan yang berubah.Menjamin layanan tetap relevan dengan perubahan sosial, ekonomi, dan budaya.